Magelang memiliki banyak destinasi yang menarik dan memiliki oleh-oleh khas, salah satunya yaitu Getuk,   Getuk adalah kudapan yang dibuat dari Ubi yang ditumbuk halus. Selama ini kita mengenal getuk sebagai kudapan khas Jawa Tengah yang kerap diburu sebagai oleh-oleh. Terutama di Magelang, getuk memang sangat populer sekali diproduksi sebagai buah tangan. 

Tentang Gethuk

Magelang – Indonesia memiliki ribuan jenis jajanan tradisional yang tersebar di berbagai daerah. Dari yang gurih hingga manis, kudapan-kudapan tersebut memiliki kekhasan masing-masing yang memperkaya variasi gastronomi nusantara.
Di pulau Jawa, terutama bagian tengah dan timur terdapat jajanan tradisional yang disebut sebagai getuk. Kue yang terbuat dari olahan Ubi ini memiliki rasa manis dan gurih dengan tekstur lembut yang memanjakan lidah. Selain itu, tampilan getuk yang berwarna-warni juga menjadi daya tarik tersendiri bagi pecinta jajanan tradisional.

Sejarah Getuk
Getuk adalah makanan ringan yang berasal dari Magelang, Jawa Tengah. Masyarakat Magelang sudah memproduksi dan mengkonsumsi getuk sejak zaman penjajahan Jepang. Saat itu, beras selaku bahan pokok masyarakat sangat langka dan harganya begitu mahal. Masyarakat Magelang pun memanfaatkan ketela pohon atau Ibu sebagai bahan makanan pokok pengganti beras.

Dikutip dari buku Yuk, Mengenal Makanan Nusantara! (2021) oleh Ernawati Lilys, Mbah Ali Mohtar adalah orang pertama yang berinovasi untuk menciptakan getuk. Mbah Ali menamai ciptaannya tersebut sebagai getuk karena proses penghalusan ubi yang ditumbuk menimbulkan bunyi ‘tuk-tuk’.

Filosofi Getuk
Ubi yang dijadikan sebagai bahan utama getuk menyimbolkan makna kesederhanaan. Ubi bisa tumbuh dimana saja namun tetap rendah hati dengan tidak menunjukkan buahnya.

Sedangkan kelapa parut yang menjadi pelengkap sajian getuk menyimbolkan kebermanfaatan. Seluruh bagian pohon kelapa memiliki kegunaan bagi manusia. Berefleksi dari hal tersebut, manusia sebaiknya hidup dalam kebermanfaatan bagi orang lain dan sekitarnya.

Kombinasi Ubi dan kelapa ini dapat disimpulkan bahwa getuk adalah makanan tradisional yang merefleksikan makna sederhana dan kebermanfaatan hidup manusia.Selain itu, penggunaan Ubi sebagai makanan pokok pengganti beras juga dapat dimaknai sebagai cara manusia yang senantiasa berinovasi dari berbagai hal sederhana yang ada di sekitarnya.

Getuk juga mengajarkan manusia untuk bersyukur atas apa yang mereka miliki dan menjadikannya sesuatu yang lebih bermanfaat, menarik, serta disukai.Filosofi getuk tersebut sejalan dengan filosofi hidup yang dianut masyarakat Jawa yaitu nrimo ing pandum. Ajaran hidup yang mengajarkan manusia untuk mensyukuri dan memasrahkan dirinya kepada Tuhan namun tetap berusaha untuk berinovasi menjadi manusia yang lebih baik.

Fakta Menarik Getuk
Meski umumnya terbuat dari Ubi, getuk memiliki sejumlah varian yang berbeda-beda di setiap daerah. Misalnya getuk pisang dari Kediri, getuk goreng dari Banyumas dan Purwokerto, getuk lindri, getuk trio, getuk sukun, dan getuk kurung dari Klaten.

Selain itu, di Magelang terdapat tradisi “Grebeg Getuk” yang diadakan untuk merayakan hari jadi Kota Magelang. Festival tersebut dirayakan dengan menyusun getuk menjadi dua gunungan yang kemudian diarak berkeliling kota. Ketika selesai diarak, para warga akan memperebutkan getuk-getuk yang ada di gunungan tersebut.

Seiring perkembangan zaman, popularitas getuk mulai tergerus oleh deretan jajanan-jajanan modern. Namun, masih banyak penjaja getuk yang dapat ditemui di pasar-pasar tradisional. Yuk, jajan getuk agar kuliner khas ini tidak hilang ditelan zaman!

Kontak Kami

Pusat Oleh-oleh Kamila Jaya
Di Magelang Pilihan Tepat belanja oleh -oleh
HP/WA 0815-7833-7227
Jl. Magelang – Semarang Grol
Payaman Secang Magelang
Jl. A. Yani Kramat Utara Magelang

Lokasi Toko

Medsos

magelang_gethuk_rollcake